Bagaimana Cara Jadi Pemrogrammer Linux?

Linux adalah sistem operasi, platform, ekosistem, dan mau tidak mau telah jadi suatu subkultur. Di tengahdominasi yang berkelanjutan dari Windows dan Mac OS untuk segala jenis komputasi desktop menyebabkan banyak konsumen yang belum tahu untuk menganggap bahwa Linux adalah semacam opsi pinggiran untuk para kutu buku yang ekstrim, atau untuk mereka yang serba pingin gratisan, tidak mau membayar untuk sistem operasi karena terlalu miskin. Faktanya adalah Linux sistem operasi yang paling banyak digunakan dan paling penting di planet ini. Linux juga memberi kekuatan pada pemakaian web, memberi kekuatan pada infrastruktur, memberi kekuatan pada superkomputer terbesar di dunia.

Jadi progammer untuk Linux bisa bawa sedikit tantangan, tetapi juga bisa sangat bermanfaat. Karena Linux Ini mencakup empat bidang pengembangan, yang berkontribusi pada kernel, membangun modul baru, mengembangkan aplikasi untuk Linux, dan skrip Shell.

Anda bisa saja menjadi programmer Linux dengan cara terbiasa dengan setiap antarmuka sistem operasi Linux, mempelajari penggunaan baris perintah dengan benar, dan menguasai setidaknya satu bahasa pemrograman yang biasa digunakan dengan platform Linux. Lalu mempelajari proses Sertifikasi dalam tujuan ujian Linux yang netral terhadap vendor, juga menciptakan fondasi yang baik untuk mendukung programmer Linux entry-level.

Pelatihan untuk menjadi programmer Linux bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk para pekerja dari perusahaan judi slot yang bekerja sebagai IT karena banyak materi tersedia secara gratis untuk dipelajari dan praktikkan sesuai keinginan masing-masing. Opsi ini umumnya paling efektif jika Anda punya latar belakang dalam pemrograman komputer atau administrasi sistem sebelumnya. Jika kiranya dibutuhkan lebih banyak panduan, maka tidak ada salahnya, ambil kursus pemrogaman, atau langsung ke sekolah teknik informatika ambil diploma dua tahun yang akan menjadikan Anda ahli membuat program termasuk Linux.

Salah satu langkah pertama untuk menjadi programmer Linux adalah memahami sepenuhnya open-source dan persyaratan terkait dalam pembuatan software. Pemrogram Linux wajib mengikuti pedoman untuk membuat kode sumber dan membuatnya tersedia bagi pemrogram lain untuk diperiksa dan diedit sebebasnya.

So, Anda juga mesti ada waktu untuk memeriksa contoh kode orang lain, dari sana sudut pandang Anda akan terbuka, dan akan memberi Anda ide bagus lanjutan tentang struktur dan sintaksis aplikasi perangkat lunak Linux yang berkualitas dari sisi open source ini. Maka dari itulah, sifat saling edit di Linux membuatnya menjadi sistem operasi terkuat.

Pemrograman dalam sistem operasi Linux juga membutuhkan pengetahuan dalam menavigasi dan memodifikasi sistem dalam mode terminal daripada dengan antarmuka pengguna grafis. Praktik ini memungkinkan programmer Linux kontrol yang lebih baik dalam mengadaptasi sistem serta mengendalikan program-program baru dari awal. Beberapa pemrogramer Linux melakukan pengkodean dalam mode terminal editor dibanding dalam program kompilasi yang disebut lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE). Kemampuan untuk memprogram baik dalam IDE maupun dalam mode terminal Linux akan memberi progammer nya lebih banyak fleksibilitas saat mempelajari bahasa yang diperlukan untuk menjadi programmer Linux.

Setidaknya satu bahasa pemrograman sangat wajib dikuasai, itu syarat utama paling penting bagi calon programmer Linux. Pilih saja, bahasa C, Java®, C ++, atau Perl untuk dikuasai. Bagaimana cara menguasainya? Bisa dengan otodidak, lewat kursus-kursus singkat, hanya sekedar tahu dasar bahasa program, atau meminta pada instruktur apa kiranya yang paling krusial dalam memahami bahasa program, di mana pengetahuan yang lain bisa saja di dapatkan sambil jalan dengan sendirinya.

Apa Saja Beda Sistem operasi Linux Dengan Unix?
Blog Informasi Linux Sistem Operasi Software Teknologi

Apa Saja Beda Sistem operasi Linux Dengan Unix?

UNIX dan Linux adalah dua jenis sistem operasi yang bisa sangat mirip dari sudut pandang pengguna, tetapi sangat berbeda secara internal. Kernel sistem operasi (OS) terstruktur secara berbeda dan memerlukan driver perangkat yang berbeda. Sistem operasi Linux seringkali sepenuhnya merupakan perangkat lunak open-source sementara implementasi UNIX tidak sepenuhnya demikian. UNIX dan Linux sering digunakan oleh pihak bisnis, pemerintah dan mahasiswa untuk berbagai macam tugas komputasi. Keduanya juga digunakan di banyak perangkat genggam seperti ponsel, Personal Digital Assistants (PDA), komputer, netbook, console, bahkan jam digital.

OS UNIX asli dikembangkan di Perusahaan Telepon dan Telegraf Amerika (AT&T) pada tahun 1969. Selama tahun 1970-an, AT&T melisensikan OS dan kode sumbernya ke banyak perusahaan komersial serta pemerintah AS dan lembaga pendidikan. Banyak variasi telah dikembangkan di luar AT&T, sebagian karena reaksi terhadap peningkatan kontrol dan biaya lisensi perusahaan slot online. Beberapa varian ini lebih dekat dengan standar UNIX resmi pada tahun 1980-an dan 1990-an daripada yang lain. UNIX sendiri sekarang menjadi istilah yang cukup luas dan sering dikaitkan dengan versi OS yang serupa, tetapi belum terstandarisasi.

Berkeley Software Distribution (BSD) merupakan versi bersaing dari UNIX, yang dikembangkan di University of California, Berkeley. Variasi open-source gratis bernama 386BSD juga pertama kali dirilis pada tahun 1992, satu tahun setelah Linus Torvalds mulai menulis kernel Linux pertama. Sebagian besar implementasi UNIX bukan yang open-source, yang merupakan perbedaan utama antara UNIX dan Linux. UNIX sering dijual dengan lisensi yang sangat ketat yang mencakup biaya besar yang dinilai per pengguna atau per situs. Sebaliknya, sistem Linux biasanya didistribusikan secara bebas dengan kode sumber di bawah persyaratan liberal GNU: General Public License (GPL).

OS Linux dikembangkan jauh setelah UNIX dianggap ketinggalan zamna. Walau UNIX dan Linux berbagi banyak konsep yang sama dan perangkat perangkat lunak, yang masing-masing menyediakan fungsionalitas yang sama. Namun, desain dan implementasi kernel Linux dan perangkat lunak OS lainnya berbeda dari UNIX. Banyak utilitas, kompiler dan editor yang dikembangkan oleh Proyek GNU didistribusikan dengan OS Linux. Tujuan GNU adalah untuk menghasilkan dan memelihara sistem perangkat lunak bebas yang kompatibel dengan UNIX.

Kernel Linux, didistribusikan di bawah ketentuan GNU GPL, yang dijadikan sebagai dasar dari semua sistem Linux. Kernel Linux umumnya lebih kecil dan lebih efisien daripada kebanyakan kernel UNIX, dirancang dari awal agar sangat mirip dengan UNIX. Driver perangkat, sistem file dan internal OS lainnya sangat berbeda. Oleh karena itu, sistem UNIX dan Linux memerlukan driver terpisah agar setiap perangkat bisa berjalan, karena mereka tidak kompatibel di titik itu.

Interface pengguna juga sering berbeda antara sistem UNIX dan Linux. UNIX secara tradisional menggunakan antarmuka baris perintah berbasis teks [yang juga tersedia pada Linux]. Banyak pengembang telah menciptakan sistem Graphic User Interface (GUI) yang berfitur lengkap untuk Linux, beberapa di antaranya juga telah dipindah ke UNIX.

Kernel Linux, utilitas GNU, dan perangkat lunak bebas terkait akan terus dapat dukungan dan alami peningkatan berkat adanya komunitas pengembangan open source yang besar. Sebaliknya, setiap versi UNIX cenderung memiliki kelompok kecil pengembang khusus, yang sebagian besar bekerja untuk vendor UNIX tertentu. Dukungan UNIX seringkali tersedia melalui pengaturan dukungan berbayar dengan vendor atau pihak ketiga.

Apa Saja Tipe-tipe Dari Sistem Operasi Linux?
Blog Informasi Linux Sistem Operasi Software Teknologi

Apa Saja Tipe-tipe Dari Sistem Operasi Linux?

Apa Saja Tipe-tipe Dari Sistem Operasi Linux? – Tidak seperti sistem operasi lain, ada lebih dari 200 jenis sistem operasi Linux. Meskipun masing-masing berjalan di atas kernel Linux yang dibangun oleh Linus Torvalds pada tahun 1990, setiap jenis OS Linux, yang juga disebut distribusi, melakukan hal-hal berbeda berdasarkan ide pemrograman masing-masing. Distribusi Linux yang umum termasuk Unbuntu, Debian, dan Fedora. Beberapa tipe Linux lainnya didasarkan pada Debian atau Red Hat dan dirancang untuk melakukan fungsi-fungsi spesifik berdasarkan kebutuhan pengguna.

Salah satu jenis Linux yang paling umum adalah Debian, yang merupakan kode distribusi “ibu” di mana Beberapa tipe Linux lainnya, termasuk Knoppix, Gilbratar, dan Linspire, didasarkan pada distribusi Debian ini. Debian adalah sistem operasi yang hanya terdiri dari software bebas dan open Source. Proyek Debian telah beroperasi sejak 1993 – lebih dari 23 tahun yang lalu! Proyek yang sangat dihormati ini masih merilis versi baru nya. Tetapi distribusi ini terkenal lambat dibanding distribusi seperti Ubuntu atau Linux Mint. Walau lambat, kelebihannya malah membuatnya lebih stabil dan konservatif, dan ideal untuk beberapa sistem.

Debian ditawarkan kepada publik secara gratis. Meskipun menggunakan kernel Linux, sebagian besar alatnya berasal dari proyek GNU, sistem operasi open source lain yang berpusat pada perangkat lunak gratis. Debian juga tersedia secara gratis melalui unduhan Internet atau dalam CD dengan tambahan uang ganti print CD. Debian dapat diinstal pada sejumlah komputer dan kadang-kadang di pra-instal pada komputer tertentu.

Ubuntu adalah jenis Linux yang didasarkan pada Debian. Sistem operasi tersedia dalam beberapa versi, termasuk edisi desktop, edisi server, dan di cloud. Tidak seperti jenis Linux lainnya, Ubuntu dirancang untuk menjadi sangat ramah pengguna. Semua Ubuntu dan semua perangkat lunaknya tersedia tanpa biaya bagi siapa pun yang ingin menggunakannya.

Proyek Ubuntu memiliki fokus pada penyediaan pengalaman desktop (dan server) yang solid, dan tidak takut untuk membangun teknologi kustom sendiri. Ubuntu pernah menggunakan lingkungan desktop GNOME 2, tetapi sekarang menggunakan lingkungan desktop Unity-nya sendiri. Ubuntu bahkan membangun server grafis Mir sendiri sementara distribusi lainnya bekerja di Wayland.

Ubuntu merupakan distribusi Linux modern tanpa batas. Distribusi ini menawarkan rilis setiap enam bulan, dengan rilis LTS (dukungan jangka panjang) yang lebih stabil setiap dua tahun. Ubuntu saat ini sedang berupaya memperluas distribusi di smartphone dan tablet.

Fedora, dikembangkan dari Red Hat, adalah distribusi Linux lain yang sepenuhnya bergantung pada perangkat lunak bebas dan tersedia untuk pengguna secara gratis. Manfaat lain dari Fedora dan tipe Linux lainnya adalah sistem operasinya bebas dari ancaman virus atau spyware. Fedora dan banyak jenis Linux lainnya dilengkapi dengan firewall bawaan dan juga memiliki akun pengguna yang terpisah serta akun root, yang dapat diakses untuk tugas-tugas administratif.

Red Hat Enterprise adalah versi Fedora yang dirancang untuk bisnis dan lainnya dengan kebutuhan teknologi informasi kritis. Red Hat Enterprise hadir dalam edisi server dan desktop. Untuk dukungan tambahan, perusahaan dapat memesan berlangganan Red Hat, yang membuat perangkat lunak mendapatkan dukungan yang selalu terbarui. Biaya langganan berkisar dari beberapa juta hingga lebih dari I7 juta rupiah. Beberapa distribusi Linux dirancang untuk pengguna komputer dengan kebutuhan spesifik. Misalnya, CHAINSAWLINUX dibuat untuk orang yang menggunakan komputer untuk mengedit video atau audio atau membuat animasi.

Apakah Penggunaan Sistem Operasi Linux Baik Untuk Bisnis?
Blog Informasi Linux Sistem Operasi Software Teknologi

Apakah Penggunaan Sistem Operasi Linux Baik Untuk Bisnis?

Apakah Penggunaan Sistem Operasi Linux Baik Untuk Bisnis? – Memilih Linux untuk bisnis adalah sesuatu yang kerap dipertimbangkan oleh banyak perusahaan, walau selalu ada yang bilang tergantung pada aplikasi yang mereka butuhkan, jujurnya semua aplikasi penting dan dibutuhkan oleh setiap perusahaan, jadi seloroh tergantung itu, sudah tidak lagi valid. Walau demikian, memang Linux berikan pilihan dalam arti ada keuntungan besar dibanding sistem operasi berbayar yang bertarif serba update.

Artinya Linux cocok tidak cocok untuk operasi back-end, di mana perusahaan teknologi tinggi yang membutuhkan suatu sistem operasi, demi membuat gadget terbaru, akan memakai Linux sebagai sistem operasi serbaguna, standar, di berbagai platform. Walau begitu, ada juga perusahaan yang tidak mau pusing, dan lebih memilih membayar berikut dukungan dan update pada produk perangkat lunak yang tersedia, misalkan yang kompatibel pada sistem seperti sistem Microsoft Windows® atau Macintosh®.

Linux menawarkan sejumlah kemungkinan keuntungan termasuk harga, keamanan, dan fleksibilitas. Adapun, kelemahannya mencakup ketersediaan perangkat keras yang terbatas dan dukungan teknis yang sangat sedikit, yang bisa menjadi masalah besar jika departemen TI perusahaan sendiri tidak melakukan tugasnya.

Salah satu keuntungan utama menggunakan Linux untuk bisnis adalah hubungannya dengan biaya. Sistem operasi memang bukan jenis perangkat lunak yang paling mahal di pasaran, tetapi umumnya OS juga tidak murah. Linux, di sisi lain, tersedia gratis dan dapat diunduh dari Internet. Ada juga yang tersedia pada compact disc dengan biaya nominal. So, linux akan jadi pertimbangan bagus bagi pebisnis pemula, atau mereka yang memiliki banyak workstation yang butuh sistem operasi hemat.

Keuntungan lain dalam menggunakan Linux untuk bisnis adalah keamanannya. Di mana sistem operasi lain dapat memiliki beberapa kelemahan keamanan utama, Linux dianggap sebagai sistem yang relatif aman. Ini berarti bahwa sistem ini tidak rentan terhadap infeksi virus, yang mungkin dapat menyebabkan menurunnya produktifitas. Dengan demikian, produksi tidak terganggu karena sistem lebih andal.

Fitur Sistem Operasi Linux

• Mendukung multitasking.
• Program terdiri dari satu atau lebih proses, dan setiap proses memiliki satu atau lebih picu/thread.
• Mudah hidup berdampingan dengan sistem operasi lain.
• Dapat menjalankan beberapa program utilitas.
• Akun individual dilindungi karena otorisasi yang sesuai.
• Linux adalah replika dari UNIX tetapi tidak menggunakan kodenya.

Kelemahan dari Linux

• Tidak ada edisi standar Linux
• Linux memiliki dukungan patchier untuk driver yang dapat mengakibatkan kesalahan fungsi pada seluruh sistem.
• Untuk pengguna baru butuh adaptasi lama, tidak semudah menggunakan Windows.
• Banyak program yang yang gunakan untuk Windows hanya akan berjalan di Linux hanya dengan bantuan emulator yang rumit. Sebagai contoh. Microsoft Office.
• Linux paling cocok untuk pengguna korporat. Jauh lebih sulit untuk diperkenalkan di lingkungan rumah.

Keserbagunaan adalah alasan lain mengapa beberapa perusahaan situs judi online memilih Linux untuk aplikasi bisnis taruhan bolanya. Perusahaan judi bola juga bisa menggunakannya untuk aplikasi penerimaan member judi baru, pengolahan data, atau bahkan di dalam produk judi online yang dijualnya, semua itu bisa dilakukan. Sebagai contoh, pada unit GPS yang dijalankan menggunakan sistem operasi Linux. Banyak orang yang mengunakan karena aspek-aspek tertentu dari sistem, dari sebelumnya mereka tidak menyadarinya. Keuntungan lain menggunakan Linux ada pada bidang dukungan teknis. Perusahaan besar, yang memiliki departemen teknologi informasi sendiri bisa membuat sistem demi mendukung diri mereka sendiri, tanpa khawatir akan hak cipta.

Suka Duka Programmer Linux, Walau Tidak Kaya Tapi Eksis
Blog Informasi Sistem Operasi

Suka Duka Programmer Linux, Walau Tidak Kaya Tapi Eksis

Suka Duka Programmer Linux, Walau Tidak Kaya Tapi Eksis – Seorang programmer Linux adalah pencipta program dan aplikasi perangkat lunak unik yang asli dari dibuat berbasis sistem operasi open-source ini. Mereka biasanya memiliki berbagai pilihan bahasa pemrograman yang bekerja dengan baik pada platform Linux. Banyak pemrogram Linux juga menambahkan beberapa peningkatan dan tambahan mereka sendiri ke perangkat lunak Linux yang ada, karena kode sumber program ini bebas dari batasan standar kepemilikan. Oleh karena itu, kadang ada anekdot bahwa programmer Linux tidak bawa kekayaan.

Anggapan itu keliru. Walau Linux gratis, tapi maksud utamanya adalah peningkatan kemampuan teknologi, di mana programmer yang berkutat di dunia linux bisa saja mengkomersilkan keahliannya. Misalkan seorang programmer Linux juga sering membuat program untuk perusahaan tertentu yang menggunakan versi tertentu dari sistem operasi Linux untuk tugas sehari-hari.

Banyak juga programmer Linux yang menyewa programmaer lain untuk jadi asisten teknisi pemecahan masalah untuk program yang mereka buat, di mana program itu difunding dengan baik oleh suatu perusahaan dan yayasan. Walau benar, bahwa Linux tidak membuat programmer sekaya Mark Zuckerberg, Larry Page, Steve Jobs atau Bill Gates. Tapi sedikit sekali programmer yang ingin sekaya itu. Maka dari itu mereka hidup nyaman mengembangkan Linux dan software berbasis Linux. Karir baik tidak harus jadi konglomerat.

Salah satu dasar karier programmer Linux adalah pemahaman tentang struktur sistem operasi, yang sering dikenal sebagai kernel Linux®. Seorang programmer dapat menggunakan baris perintah Linux untuk menulis, mengkompilasi, dan memodifikasi kode untuk sistem operasi ini. Baris perintah memberikan instruksi spesifik kernel Linux untuk tugas-tugas seperti membuat file teks baru dan menyimpannya di tempat-tempat tertentu pada hard drive komputer. Setelah seorang programmer Linux menguasai baris perintah, editor teks menyediakan platform yang mudah untuk menulis kode untuk pembuatan aplikasi baru.

Banyak pemrogram komputer membuat garis kode nya dengan bantuan alat yang disebut lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE) yang menerjemahkan bahasa pemrograman tingkat tinggi ke bahasa mesin yang dapat dipahami oleh kernel Linux®. Penggunaan IDE biasanya opsional di banyak versi sistem operasi Linux®. Beberapa programmer Linux malah memasukkan kode mereka ke dalam jendela pengeditan baris perintah.

Alat utama lain dari programmer Linux biasanya bahasa pemrograman C, yang merupakan pilihan paling umum untuk program perangkat lunak Linux®. Bahasa pemrograman C standar dianggap paling mudah beradaptasi dan sangat portabel untuk digunakan pada berbagai platform Linux di semua versi sistem operasi. Beberapa programmer juga membuat aplikasi dari bahasa C # atau bahasa C ++, tergantung pada jenis tugas yang diinginkan untuk diselesaikan oleh perangkat lunak ini.

Sekali lagi, pemrogramer Linux tidak bekerja cuma-cuma untuk para penyewa mereka, atau bekerja sebagai konsultan independen gratisan. Walau program perangkat lunak Linux dirancang sebagai sumber terbuka, di mana programmer umumnya membuatnya di bawah suatu kode etik kehormatan gerakan open source. Mereka diharuskan untuk membuat kode sumber yang sudah jadi tersedia bagi programmer Linux lain untuk diperiksa dan dimodifikasi. Di bawah perjanjian bersama ini, sebagian besar programmer Linux memang tidak mendapat untung dari penjualan langsung program. Akan tetapi, mereka bisa dapatkan uang, penghargaan, atau bayaran lain dari pemberian dukungan teknis setelah mereka menyelesaikan program baru, baik untuk klien pebisnis perusahaan, atau untuk digunakan masyarakat umum.